Alasan Tidak Suka Game – Ketidaksukaan atau bahkan kebencian yang kuat terhadap video game sebagian besar berasal dari kurangnya pengetahuan atau pengalaman buruk.
Beberapa orang tidak tertarik bermain video game, dan itu wajar saja!
Alasan Tidak Suka Game yang Dirasakan oleh Beberapa Orang
Dibawah ini adalah beberapa Alasan Tidak Suka Game yang dirasakan oleh beberapa orang, yaitu;
1. Kurangnya Pengetahuan tentang Video Game

Sayangnya, banyak orang mendasarkan opini mereka pada judul artikel berita clickbait dan biasanya tidak mau menggali lebih dalam tentang topik tersebut.
Jadi, ketika sebuah video game mendapat reputasi buruk (misalnya karena kekerasan), beberapa orang mengambil keputusan tentang keseluruhan industri ini.
Dan tidak peduli apakah ada banyak game yang bermanfaat, game dengan cerita yang kuat dan berdampak, atau game ramah keluarga, mereka telah membentuk opini dan mereka tetap berpegang teguh pada opini tersebut.
2. Kesenjangan Generasi
Orang tua yang hidup saat ini tidak tumbuh besar dengan teknologi atau video game, sehingga mereka menghabiskan waktu luang mereka secara berbeda dibandingkan anak muda saat ini.
Mereka bertanya-tanya mengapa Anda menghabiskan waktu di dalam ruangan bermain video game padahal Anda bisa melakukan xyz atau pergi keluar.
Faktanya, zaman telah berubah dan meskipun kita mungkin memiliki beberapa hobi yang sama dengan kakek-nenek dan orang tua kita, teknologi baru memungkinkan kita menemukan hobi baru, yang belum tentu dipahami oleh generasi yang lebih tua.
Namun, beberapa lansia suka bermain gim video, dan gim video sebenarnya bisa bermanfaat bagi mereka!
3. Mereka Menganggap Gim Video Sebagai Hiburan Anak-Anak

Untuk waktu yang lama, gim video dianggap sebagai sesuatu yang hanya dilakukan anak-anak di waktu luang mereka.
Mereka memang sesekali bermain gim yang tersedia seperti Solitaire atau Tetris, tetapi mereka tidak bersusah payah mencari gim baru.
Generasi milenial yang lahir antara tahun 1981 dan 1996 tumbuh besar dengan gim video dan kita telah menyaksikan ledakan teknologi terbesar terjadi dalam hidup kita.
Teknologi telah berkembang pesat sejak kita masih kecil, dan kecintaan kita pada video game telah terbawa hingga dewasa.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Entertainment Software Association (ESA), usia rata-rata seorang gamer di AS pada tahun 2021 adalah 31 tahun.
Video game komersial awal menyasar anak-anak sebagai audiens utama. Perusahaan seperti Nintendo menciptakan karakter-karakter penuh warna dalam game ramah keluarga mereka yang dikenali oleh hampir semua orang, bahkan orang yang tidak bermain video game.
Jenis game ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang ada saat ini, dan video game bukan lagi hanya untuk anak-anak.
4. Mereka Menganggapnya Buang-buang Waktu & Uang
Orang yang tidak menyukai video game menganggapnya buang-buang waktu. Bagi mereka, itu bukan hobi yang sebenarnya, dan mereka tidak mengerti mengapa orang-orang menonton streaming gamer padahal mereka bisa bermain sendiri.
Anda bisa menanyakan pertanyaan yang sama kepada seseorang yang suka menonton olahraga di TV. Mengapa Anda menonton sepak bola padahal Anda bisa bermain di luar sana?
Menonton olahraga di TV adalah hobi yang lebih diterima secara luas daripada menonton streaming game.
Bisa dibilang hobi apa pun hanya membuang-buang waktu dan uang jika tidak memiliki tujuan atau penerapan di kehidupan nyata.
Video game adalah hiburan, pelarian dari kehidupan nyata, cara untuk bersantai setelah hari yang sibuk. Setiap orang punya cara sendiri untuk melarikan diri.
5. Mereka Menganggap Video Game Tidak Sehat

Kita semua sudah sering mendengar bahwa para gamer itu malas, gemuk, menganggur, dan duduk di ruang bawah tanah rumah ibu mereka seharian bermain video game.
Meskipun orang-orang seperti itu ada an bukan hal yang biasa. Duduk terlalu lama memang tidak baik bagi manusia, tetapi ada banyak jenis game yang dapat membuat Anda bangun dan mulai bergerak.
Game VR bisa menjadi cara yang bagus untuk membakar kalori. Meja yang dapat disesuaikan juga bagus untuk mencegah duduk terlalu lama.
Video game tidak merusak mata Anda, tetapi menatap layar dengan saksama selama berjam-jam dapat menyebabkan ketegangan mata. Dan itu tidak peduli apa pun jenis layarnya dan apa yang Anda lakukan.
Tidak menyukai video game tidak berarti seseorang itu jahat. Mereka mungkin punya alasan sendiri atau mereka hanya tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal tersebut.
Meskipun video game mungkin bukan pilihan semua orang, mengedukasi orang lain tentang berbagai jenis game dan manfaatnya akan sangat bermanfaat. (Fahma Ardiana)


