Film Video Game Terbaik – Film yang diadaptasi dari video game seringkali sulit memenuhi ekspektasi. Mengungkap nostalgia dari waralaba yang sudah ada memang sulit.
Namun, film yang berfokus pada pengalaman bermain video game bisa sangat sukses, menampilkan alur cerita dan visual memukau yang menjadikan game sebagai hobi populer.
5 Film Terbaik Tentang Bermain Video Game
Berikut daftar beberapa film terbaik yang paling mewakili esensi game.
1. ‘Tron’ (1982)

Film “Tron” yang orisinal adalah film klasik kultus tahun 80-an yang pengaruhnya masih terasa di berbagai bentuk hiburan.
Film ini menceritakan kisah seorang pengembang video game yang terjebak di dunia virtual di dalam perangkat lunak setelah ia memata-matai untuk membuktikan bahwa perusahaannya mencuri idenya.
Ia kemudian harus berkompetisi dalam permainan berbahaya, termasuk balapan di atas siklus cahaya yang ikonik, sambil mencoba menemukan cara untuk melarikan diri.
“Tron” adalah salah satu film pertama yang menggunakan CGI ekstensif dan animasi cahaya latar untuk menciptakan tampilan neon bercahaya khasnya.
Meskipun dikritik karena alur ceritanya yang lambat, visualnya merupakan terobosan pada masanya.
Animator Disney/Pixar, John Lasseter, pernah mengakui bahwa “Tanpa ‘Tron,’ tidak akan ada ‘Toy Story,'” lapor Variety.
2. ‘War Games’ (1983)
Bagaimana jika permainan yang kita mainkan memiliki konsekuensi di dunia nyata? “War Games” bergulat dengan pertanyaan ini dalam film lain dari masa-masa awal permainan.
Matthew Broderick berperan sebagai seorang remaja yang meretas superkomputer militer AS untuk memainkan apa yang ia pikir adalah permainan video.
Sayangnya, ia mengaktifkan simulator perang AI canggih dan harus berjuang untuk mengalahkan “permainan” tersebut sebelum Perang Dunia III dimulai.
Film ini memotivasi mantan Presiden Ronald Reagan untuk bertemu dengan sekelompok perwakilan kongres guna membahas kemungkinan skenario tersebut, lapor Collider.
Film ini “cerdas, padat, dan mendahului zamannya,” renung Reid Goldberg di Collider, “dengan tema seputar perjuangan mengendalikan teknologi AI yang sedang berkembang dan cara merespons ancaman keamanan nasional secara efektif.”
3. ‘Wreck-It Ralph’ (2012)

“Wreck-It Ralph” dari Disney/Pixar membawa kita ke dunia gim video versi yang lebih nyata, dengan latar cerita di arena permainan.
Ralph adalah penjahat dalam gim arkade populer, tetapi bermimpi menjadi pahlawan ketika gim tersebut ditutup untuk sehari.
Dikucilkan oleh karakter lain dalam gimnya, Ralph meninggalkan gimnya untuk perjalanan penemuan jati diri yang mengharukan.
Film ini menampilkan banyak cameo retro seperti Pac-Man dan Sonic dan merupakan salah satu film terlucu dalam daftar ini.
Dengan “cukup banyak emosi dalam film ini,” menurut Screen Rant, film ini merupakan “salah satu film animasi orisinal Disney terbaik hingga saat ini.”
4. ‘Ready Player One’ (2018)
Diangkat dari buku berjudul sama, “Ready Player One” karya Steven Spielberg membawa penonton ke masa depan dengan film fiksi ilmiah ini.
Berlatar tahun 2045, semua orang melarikan diri dari realitas dunia nyata dengan bermain di dunia simulasi realitas virtual raksasa Oasis.
Film ini mengisahkan sekelompok gamer yang mengejar telur Paskah rahasia yang disembunyikan oleh pencipta game yang eksentrik sebelum sebuah perusahaan jahat menemukannya.
Bagian paling menyenangkan dari film ini adalah “pembagian barang-barang budaya pop yang meriah dan murah hati,” tulis A.O. Scott di The New York Times.
5. ‘Free Guy’ (2021)

“Free Guy” adalah sebuah ode untuk para pahlawan tanpa tanda jasa di latar belakang game, karakter yang tidak dapat dimainkan, atau NPC.
Film ini dibintangi Ryan Reynolds sebagai Guy, seorang teller bank NPC dalam gim daring multipemain masif (MMO) tingkat lanjut.
Selain itu film ini mengikuti Guy setelah ia bertemu dengan seorang pemain, yang membantunya menyadari bahwa ia adalah bagian dari gim tersebut.
Sejak saat itu, ia mulai memiliki pikirannya sendiri, memikat perhatian pemain di mana pun.
“Free Guy” adalah film gim lain yang penuh dengan telur Paskah budaya pop, kameo, dan “paralel tematik dengan segala hal mulai dari “The Lego Movie” hingga “The Matrix,” tulis Wendy Ide di The Guardian.
Kunci daya tarik film ini adalah “kemanisan yang tak tergoyahkan dan antusiasme konyol yang terbukti tak tertahankan.” (Fahma Ardiana)


