Game Little Nightmares mengukuhkan dirinya sebagai pengalaman unik di dunia horor dengan peluncurannya di tahun 2017, diikuti oleh sekuelnya di tahun 2021.
Kedua game ini dikembangkan oleh Tarsier Studios sebelum diakuisisi oleh Embracer Group pada tahun 2019.
Game Little Nightmares dari Peringkat Terburuk hingga Terbaik
Sekarang, kita punya entri berikutnya, Little Nightmares 3, yang dikembangkan oleh Supermassive Games, kreator Until Dawn, The Quarry, dan Dark Pictures Anthology.
1. Little Nightmares 3 (Studio yang Berbeda, Nuansa yang Berbeda)

Entri ketiga dalam seri ini adalah yang pertama dikembangkan oleh Supermassive Games.
Meskipun masih terlihat dan terasa seperti Little Nightmares, game ini memiliki perbedaan yang jelas dari seri lainnya dalam hal pemahaman tentang inti dari Little Nightmares.
Alih-alih tema yang sepenuhnya tidak dapat dijelaskan, Little Nightmares 3 sangat bergantung pada tema-tema populer untuk menghadirkan kengeriannya.
Tenang saja, game ini masih terasa mengerikan dan penuh kejutan, dan merupakan game horor yang bagus untuk dimainkan bersama teman dalam mode co-op daring.
Game pertama dalam seri ini yang memperkenalkan mode multipemain sebagai bagian dari pengalaman bermain.
Meskipun cukup baik, game ini tidak sepenuhnya setara dengan dua game Little Nightmares sebelumnya, dan merupakan pengingat pahit-manis tentang perubahan pengembang seiring berlanjutnya seri ini.
2. Little Nightmares 2 (Agak Kurang Berkesan, Tapi Tetaplah Little Nightmares)

Little Nightmares 2 tahun 2021 memperkenalkan protagonis ganda.
Enam kembali sebagai NPC pendamping, termasuk jas hujan kuning, tetapi pemain berperan sebagai Mono: seorang anak laki-laki berjas panjang yang mengenakan kantong kertas di atas kepalanya.
Game ini menampilkan antagonis yang ramping dan keseraman statis TV untuk menerjemahkan kengeriannya, lengkap dengan level-level seperti sekolah.
Seorang guru dengan kemampuan menjulurkan lehernya hingga panjang yang mengerikan memburumu dengan saksama, menciptakan kesan yang begitu kuat dan menakutkan.
Game ini bukan hanya pengalaman yang hebat dan mengerikan, tetapi juga terasa familiar bagi para penggemar.
Kehadiran Six memang sudah memunculkan dugaan ini. Tetapi pengembang mengembangkan narasinya lebih lanjut dengan cara yang bermakna, dan hal itu sungguh menyenangkan untuk dilihat.
3. Little Nightmares (Debut Six Berbeda dari yang Lain)

Dan kemudian, tentu saja, kita punya versi aslinya. Seringkali mudah untuk mengatakan bahwa versi aslinya adalah yang terbaik, tetapi dampak dari game-lah yang membawanya sejauh ini.
Seri ini telah ada selama delapan tahun, tetapi sebagian besar penggemar akan sangat mengingat pengalaman pertama mereka.
Yaitu dengan game debutnya dan betapa ikoniknya Six sebagai karakter. Selain itu, jika tidak ada yang lain, Anda akan mengingat lika-liku game ini hanya dalam trauma.
Little Nightmares versi orisinal tidak bergantung pada stereotip horor atau kiasan yang sudah Anda kenal, karena setiap momennya sama tak terduga dan meresahkannya dengan momen berikutnya.
Dari para koki hingga makhluk rakus yang mereka beri makan, hingga wanita. Semua yang menjalankan seluruh kapal, ada kemiripan kerentanan yang tak tertandingi di game lain.
Game ini juga terasa paling dekat dengan tema Spirited Away, sebuah perbandingan yang tak terduga untuk sebuah game horor.
Di seluruh seri, belum pernah ada yang benar-benar seperti Little Nightmares pertama, dan dengan studio lain yang kini memimpin, rasanya mustahil ada yang bisa menyamainya.
Seiring Tarsier melanjutkan proyek Reanimal, dan Supermassive berusaha melanjutkan seri Little Nightmares.
Para penggemar akan terus mengingat petualangan pertama mereka bersama Six dengan penuh kasih sayang.
Itulah dia mengenai beberapa game Little Nightmares mulai dari peringkat yang terburuk hingga terbaik. (Fahma Ardiana)


