Artikel ini membahas mengenai beberapa manfaat permainan video dalam sebuah pembelajaran yang bagus untuk anak.
Artikel ini membahas mengenai beberapa manfaat permainan video dalam sebuah pembelajaran yang bagus untuk anak.

Manfaat Permainan Video dalam Pembelajaran

Diposting pada

Manfaat Permainan Video dalam Pembelajaran – Banyak orang tua tidak mempercayai konsol video dan tidak menginginkannya di rumah karena takut akan merusak prestasi anak-anak mereka di sekolah.

Namun, manfaat permainan video meliputi peningkatan kemampuan konsentrasi, kreativitas, daya ingat, bahasa, dan kerja sama tim.

Orang tua mungkin tidak menyadarinya, tetapi petualangan legendaris mereka di Playstation telah memberikan kontribusi lebih besar bagi arkeologi daripada banyak buku teks.

Ada banyak sekali karakter permainan video lainnya yang, secara mengejutkan, membangkitkan bakat sejak dini.

Dan juga mengajarkan sejarah, geografi, dan matematika kepada jutaan anak sekolah dan orang dewasa di seluruh dunia.

Siapa bilang konsol video tidak merangsang kecerdasan?

Manfaat Permainan Video dalam Pembelajaran

Dampak permainan video terhadap masyarakat telah menjadi subjek banyak penelitian.

Misalnya, pada tahun 2014, Andrew Przybylski, seorang psikolog di Institut Internet di Universitas Oxford.

Menerbitkan sebuah studi di jurnal Paediatrics yang menetapkan berapa lama anak-anak boleh bermain permainan video.

 

Ia menyimpulkan bahwa mereka yang bermain kurang dari satu jam lebih stabil secara emosional, sementara mereka yang bermain sekitar tiga jam sehari mengembangkan masalah sosial.

Oleh karena itu, dalam hal video game, moderasi adalah kuncinya, karena selain meningkatkan kemampuan belajar, ada manfaat lain.

Mari kita lihat beberapa di antaranya:

 

1. Mempercepat waktu respons

Para peneliti di Universitas Rochester telah menemukan bahwa video game meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dengan memberikan masalah yang harus diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.

2. Mendorong kerja tim

Menurut organisasi California, Institute for the Future (IFTF), game multipemain meningkatkan kerja tim dalam pemecahan masalah.

 

3. Merangsang kreativitas, fokus, dan memori visual

Universitas California telah menemukan bahwa video game merangsang aspek-aspek ini dengan menetapkan tujuan yang membutuhkan konsentrasi, imajinasi, dan mengingat detail untuk mencapainya.

Baca Juga :   Tips Masuk Industri Game untuk Serius di Dunia Game

4. Meningkatkan strategi dan kepemimpinan

Video game menempatkan pemain dalam komando, mengasah kemampuan mereka untuk menyelesaikan perselisihan, berinteraksi dengan pemain lain, dan membuat keputusan, menurut Universitas Pittsburgh.

 

5. Mereka mengajarkan bahasa

Universitas Helsinki menemukan bahwa permainan video bermanfaat untuk mempelajari bahasa lain melalui instruksi di layar, obrolan untuk berkomunikasi dengan pemain lain, atau narasi cerita itu sendiri.

6. Berpikir kritis

Institut Teknologi Monterrey menerbitkan sebuah artikel yang menggarisbawahi dasar etika, filosofis, dan sosial yang mendasari permainan ini, dan kemampuannya untuk membuat pemain berpikir dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka.

 

Peran Orang Tua Terkait Permainan Video

Terlepas dari itu, orang tua terus khawatir tentang dampak permainan video.

Dan memang ada beberapa alasan untuk khawatir: pada tahun 2019, Organisasi Kesehatan Dunia memasukkan “gangguan bermain game” sebagai kecanduan perilaku dalam Klasifikasi Penyakit Internasionalnya.

Ketika memperkenalkan anak-anak pada permainan video, orang tua harus memperhatikan aspek-aspek seperti sistem peringkat konten permainan video tentang kesesuaian atau ketidaksesuaian permainan tertentu dengan menetapkan usia penggunaan yang direkomendasikan.

Majalah Psychology Today memberikan beberapa rekomendasi untuk orang tua:

1. Periksa konten permainan

Orang tua harus mengontrol jenis permainan video yang dimainkan anak-anak mereka. Pilih permainan edukatif daripada permainan kekerasan.

2. Dorong penggunaan permainan video secara kolaboratif.

Ketika anak-anak bermain bersama, hal itu mendorong interaksi sosial dan membangun aliansi. Penting untuk menghindari permainan menjadi aktivitas yang dilakukan sendirian.

3. Tetapkan batasan waktu.

Orang tua harus menetapkan aturan. Misalnya, anak-anak dapat diizinkan bermain selama beberapa jam setelah mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas-tugas lainnya, bukan sebelumnya.

Ikuti rekomendasi produsen permainan video. Misalnya, jangan duduk terlalu dekat dengan layar, bermain di ruangan yang terang, jangan bermain dengan kecerahan layar maksimal, dll. (Fahma Ardiana)

Baca Juga :   Manfaat Bermain Slime untuk Balita