Memantau Anak Bermain Game – Kita semua pernah mendengar tentang potensi bahaya video game.
Anak Anda bisa menghabiskan waktu berjam-jam asyik bermain game yang mungkin mengandung kekerasan. Alih-alih mendapatkan aktivitas fisik yang sangat dibutuhkan atau berkumpul dengan teman-temannya.
Anak Anda mungkin berdalih bahwa mereka sedang berbicara dengan teman melalui headset saat bermain video game, tetapi hal itu tidak menggantikan interaksi di dunia nyata.
Video game juga bisa menjadi adiktif, yang menyebabkan banyak kecemasan dan stres di rumah. Terutama ketika orang tua mencoba menyapih anak-anak mereka darinya.
Memantau Anak Bermain Game agar Tetap Aman
Dibawah ini adalah beberapa panduan untuk orang tua dalam memantau anak bermain game agar tetap aman dan terhindar dari dampak negatifnya.
1. Panduan Waktu Layar

Sebuah studi baru-baru ini menemukan hubungan positif antara bermain game dan perkembangan otak anak-anak, tetapi itu tidak berarti anak Anda boleh bermain video game tanpa batas.
Moderasi tetap merupakan kunci gaya hidup sehat, dan bermain video game sebaiknya dilakukan setelah pekerjaan rumah, olahraga, dan pekerjaan rumah tangga.
Akademi Pediatri Amerika (AAP) merekomendasikan waktu menonton layar tidak lebih dari dua jam sehari untuk anak usia 5 hingga 18 tahun.
Waktu menonton layar mencakup semua hiburan digital, termasuk gim video, film, acara televisi, dan penggunaan media sosial.
Seiring semakin terintegrasinya media digital ke dalam kehidupan kita sehari-hari, penting bagi orang tua untuk duduk bersama anak-anak mereka guna menyusun Rencana Media Keluarga.
AAP merekomendasikan agar orang tua dan pengasuh menyusun rencana yang mempertimbangkan kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan hiburan setiap anak serta seluruh keluarga.
Kemudian, ikuti rencana media keluarga tersebut bersama-sama, dan revisilah bila perlu.
2. Kekerasan dalam Gim Video

Untuk mendapatkan manfaat bermain gim video tanpa membahayakan kesehatan mental mereka.
Anak-anak tidak hanya perlu membatasi jumlah jam yang dihabiskan untuk bermain gim, mereka juga perlu menghindari gim yang mengandung kekerasan.
Penelitian selama puluhan tahun telah menghubungkan kekerasan virtual dengan pikiran, perasaan, dan tindakan agresif pada anak-anak.
Dan meskipun kita masih mempelajari dampak video game dan media sosial yang penuh kekerasan, para ahli sepakat bahwa anak-anak sangat dipengaruhi oleh kebrutalan di mana pun mereka mengalaminya.
Menyaksikan tindakan kekerasan, baik nyata maupun simulasi, dapat memberi anak-anak perasaan bahwa agresi adalah hal yang normal dan dapat diterima.
Hal ini dapat mendorong mereka untuk meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Studi terbaru menunjukkan bahwa paparan kekerasan virtual dapat memicu masalah kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan.
Manfaat Bermain Video Game

Ketika penggunaan video game anak dipantau, ada beberapa manfaat yang dilaporkan. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa mereka yang bermain video game menunjukkan hasil yang lebih baik.
Terutama pada tes keterampilan kognitif yang melibatkan pengendalian impuls dan memori kerja dibandingkan dengan anak-anak yang tidak pernah bermain video game.
Secara spesifik, National Institutes of Health melaporkan bahwa bermain gim mengaktifkan otak dan meningkatkan:
– Pengendalian impuls
– Penglihatan
– Memperhatikan
– Pemrosesan memori
Anda dapat membantu anak Anda tidak hanya dengan menetapkan batasan dalam bermain gim video. Tetapi juga dengan mencontohkan pilihan gim yang tepat dalam permainan yang Anda pilih.
Itulah dia pembahasan mengenai beberapa panduan untuk orang tua dalam memantau anak bermain game agar tetap aman dan terhindar dari dampak negatifnya. Semoga bermanfaat! (Fahma Ardiana)


