Peringkat Game Anggar Terbaik – Selama kehidupan ada di Bumi, selalu ada individu yang perlu menyelesaikan perbedaan mereka. Sering kali, hal ini terjadi melalui perkelahian.
Bakat luar biasa manusia dalam menemukan cara baru untuk menyakiti orang lain telah menghasilkan beragam praktik duel, banyak di antaranya telah diubah menjadi olahraga.
Salah satu praktik tersebut adalah seni anggar. Dalam definisi paling sederhana, ini adalah kontes di mana dua peserta atau lebih bertarung dengan pedang ringan satu tangan.
Anggar telah memikat imajinasi selama berabad-abad. Penulis seperti Alexander Dumas gemar menceritakan kisah-kisah duel epik.
Pahlawan petualang telah menjadi ciri khas Hollywood sejak awal, dengan aktor-aktor seperti Errol Flynn dan Douglas Fairbanks.
Setiap film tentang bajak laut pasti akan memiliki setidaknya satu adegan anggar yang besar. Hal itu juga berlaku untuk video game.

Anggar bisa sulit diadaptasi ke dalam format interaktif, karena teknik dan strateginya yang kompleks.
Namun, memberi pemain kesempatan untuk berpartisipasi dalam duel anggar merupakan nilai jual yang besar.
Peringkat Game Anggar Terbaik
Inilah dia 3 Peringkat Game Anggar Terbaik yang harus Anda coba mainkan.
1. En Garde (Tantang Tirani Layaknya Errol Flynn)

En Garde merupakan penghormatan bagi film-film klasik bertema petualangan, jadi tidak mengherankan jika anggar menjadi mekanik utamanya.
Bahkan judulnya pun merupakan frasa yang terkait dengan praktik tersebut.
Sepanjang permainan, protagonis Adalia De Volador harus menghadapi berbagai musuh dalam perseteruannya yang berkelanjutan dengan Count-Duke yang tiran.
Di waktu yang berbeda, ia harus menghadapi jumlah musuh yang berbeda-beda, mulai dari bertarung satu lawan satu hingga menghadapi seluruh pasukan.
Dengan berbagai jenis musuh, ia harus mengadopsi strategi yang berbeda dan terkadang berganti-ganti strategi.
Yang membedakan En Garde dari game lain dalam daftar ini adalah penekanannya pada sisi taktis anggar.
Ini bukan sekadar kombo tombol; pemain membutuhkan pengaturan waktu yang tepat untuk mengetahui kapan harus menyerang dan menangkis, serta cara mematahkan pertahanan lawan.
Hal ini memberikan pertarungan yang lancar dan mudah dipelajari, tetapi tetap menantang saat diuji.
2. Sid Meier’s Pirates (Mekanik Sederhana Namun Efektif untuk Menyelesaikan Perbedaan)
Game petualangan klasik ini menempatkan pemain sebagai bajak laut yang sedang naik daun di Karibia. Tentu saja, anggar menjadi kegiatan rutin.
Menjarah kapal mengharuskan pemain berduel dengan kaptennya.
Terkadang pemain mungkin menghadapi duel di area lain, seperti menghadapi rival romantis, menghentikan orang brengsek yang melecehkan pelayan bar, atau menghadapi musuh yang lebih dekat dengan sang pahlawan.
Mereka bahkan dapat menantang bajak laut sungguhan dari sejarah. Game ini menggunakan sistem duel yang sederhana namun informatif.
Pemain dapat memilih dari tiga pedang duel (pedang panjang, pedang pendek, atau rapier), yang masing-masing memiliki keunggulan berbeda.
Pemain mendapatkan dua gerakan sederhana: menangkis, dan menusuk pada sudut yang berbeda. Kunci sukses adalah mengetahui saat yang tepat untuk menangkis dan kapan harus menyerang.
Pendekatan ini memiliki keuntungan karena mudah diakses tanpa mengorbankan kebutuhan strategi, meskipun beberapa pemain mungkin menganggapnya berulang-ulang.
3. Assassin’s Creed (Siluman Mengalahkan Mekanika Anggar Dasar)

Untuk waralaba yang dikenal menekankan siluman, seri Assassin’s Creed memiliki sistem pertarungan yang solid.
Pertarungan jarak dekat telah menjadi bagian penting dari seri ini sejak awal, tetapi hampir setiap game antara Assassin’s Creed II dan Unity menunjukkan pengaruh petualang yang jelas.
Seri ini mulai menjauh dari hal ini di Syndicate, yang beralih ke gaya pertarungan perkelahian ala Gangs of New York.
Namun, mengingat prioritas seri ini pada siluman, serangan jarak dekat menjadi sederhana dan biasanya digunakan sebagai tindakan defensif.
Dengan beberapa pengecualian (biasanya pertarungan bos), anggar lebih merupakan cara untuk menangkal musuh di sekitar cukup lama untuk mendapatkan kesempatan melarikan diri yang baik, atau reaksi terhadap kesalahan dalam anggar.
Hal ini menyebabkan anggar hadir dalam bentuk kombo tombol sederhana tanpa banyak fokus pada strategi. (Fahma Ardiana)


