Game Budaya Indonesia – Adakah game budaya Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional?
Pertama, perlu Anda ketahui bahwa Indonesia tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budayanya yang mempesona. Tetapi juga karena bakat kreatifnya di bidang teknologi dan game.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri game di Indonesia berkembang pesat. Menghasilkan banyak game berkualitas tinggi yang populer tidak hanya di kalangan gamer lokal tetapi juga di berbagai negara di dunia.
Uniknya, subsektor game tidak hanya menghasilkan berbagai game seru, tetapi juga memasukkan berbagai unsur budaya Indonesia ke dalam setiap gamenya.
Sama seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman yang memiliki misi pemerataan dan perluasan pembangunan infrastruktur disemua sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya dan pelestarian lingkungan.
Game Budaya Indonesia Terpopuler Buatan Lokal
Kini, semakin banyak game lokal dengan unsur budaya Indonesia yang semakin dikenal luas di pasar internasional. Berikut beberapa game lokal populer yang menonjolkan budaya Indonesia:
1. Lokapala: Saga of the Six Realms

Lokapala: Saga of the Six Realms adalah game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) seluler pertama yang sepenuhnya dikembangkan di Indonesia dan terinspirasi oleh mitologi, sejarah, dan budaya Indonesia.
Di dalam game, pemain dapat menikmati pertarungan 5v5 yang seru bersama teman atau pemain lain. Lokapala: Saga of the Six Realms telah berhasil memikat hati para pemain game seluler di Indonesia.
Hal ini dibuktikan dengan dinobatkannya Lokapala: Saga of the Six Realms sebagai Game of the Year Indonesia.
Diterbitkan oleh PT Melon Indonesia, game budaya Indonesia ini juga dinobatkan sebagai game MOBA pertama di Asia Tenggara.
Menariknya, setiap pahlawan, yang dikenal sebagai “Ksatriya”, terinspirasi dari Lokapala: Saga of the Six Realms Astabrata, nilai-nilai kenegarawanan Jawa kuno dari abad ke-9, mirip dengan Tujuh Nilai Kebajikan Bushido.
Melalui Lokapala, Anantarupa bertujuan untuk mempromosikan sifat dan pola pikir positif di antara para pemainnya dengan memperkenalkan kembali nilai-nilai ini.
Nama-nama karakter dalam game ini berasal dari bahasa Sanskerta, bahasa klasik dari rumpun Indo-Arya, salah satu rumpun bahasa Indo-Eropa.
Karakter seperti Vijaya menghormati seorang pangeran dari kerajaan Hindu-Budha di Jawa, Singhasari. Sementara Nala merupakan penghormatan kepada seorang negarawan dan panglima militer dari Kerajaan Majapahit abad ke-14.
Setiap karakter disertai dengan kisah heroik, yang memperkaya kedalaman dan kompleksitas game. Meskipun arahan seni dan narasinya berbasis budaya, gaya permainannya berbasis data.
2. Escape from Naraka

Dikembangkan oleh Xelo Games, Escape from Naraka adalah salah satu game bertema budaya Indonesia yang dirilis di platform game terkemuka, Steam.
Game aksi orang pertama ini pertama kali dirilis pada tahun 2021 dan menampilkan atmosfer budaya dan suasana Bali yang kaya. Kabarnya, sebagian besar aset dalam game ini dipindai dari objek dunia nyata.
Dengan menggunakan teknologi pemindaian 3D, Xelo Games bertujuan untuk menghadirkan lingkungan Bali, seperti pura, tempat suci, dan patung, ke dalam permainan.
Permainan ini juga memiliki atmosfer mistis yang kuat, terutama ketika pemain terjebak di dunia lain. Selain teknologi pemindaian 3D, Escape from Naraka dibuat menggunakan Unreal Engine 4.
Dengan kedua teknologi ini, Escape from Naraka bertujuan untuk menghadirkan performa dan pengalaman bermain yang optimal. Selain visual dan grafisnya yang mengesankan, gameplay-nya juga sangat menarik.
Pemain ditugaskan untuk menyelami dunia lain (Naraka) untuk menyelamatkan kekasih mereka dari iblis jahat bernama “Rangda, ratu Leyak” (makhluk mitologi dari Bali).
Dalam permainan ini, pemain akan menghadapi banyak elemen teka-teki dan platformer yang membutuhkan kecepatan, akurasi, dan presisi untuk menemukan berbagai objek teka-teki yang harus diaktifkan dalam format orang pertama.
Selain teka-teki, Escape from Naraka juga menampilkan musuh monster atau makhluk supernatural yang akan mencoba menghalangi pemain.
3. Fantasy Town

Tak kalah dengan Harvest Moon, Indonesia merilis game simulasi pertanian serupa di tahun 2020, namun dengan nuansa lokal, bernama Fantasy Town. Ini adalah game budaya Indonesia yang dikembangkan oleh Garena.
Arumgames akan mengajak pemain untuk bercocok tanam, beternak, berdagang, menjelajahi area misterius, dan membangun kota impian yang di awal permainan dihancurkan oleh monster bernama Troll.
Dalam game ini, pemain juga akan diperkenalkan ke berbagai tempat bersejarah di Indonesia, seperti Candi Borobudur, Monumen Nasional (Monas), Lawang Sewu, Kota Tua Jakarta, dll.
Fantasy Town juga menghadirkan beragam karakter dan kostum yang berasal dari cerita rakyat Indonesia, seperti Kabayan, Iteung, dan Radu, yang terinspirasi dari pakaian adat Madura.
Kesimpulan
Contoh-contoh gim di atas menunjukkan bagaimana unsur-unsur budaya lokal dapat dimanfaatkan sebagai elemen yang menarik, sehingga menjadikan gim tersebut lebih unik.
Penjelasan di atas juga membuktikan bahwa gim budaya Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional.
Cerita, karakter, dan latar belakang unik yang diambil dari kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar global yang selalu mencari pengalaman baru dan berbeda dalam bermain gim.
Namun, untuk mewujudkan potensi ini, diperlukan visibilitas dan distribusi yang lebih luas ke pasar global. Banyak gim lokal berkualitas tinggi tetapi kurang dikenal di luar negeri karena terbatasnya akses dan promosi.
Oleh karena itu, upaya untuk memperkenalkan gim-gim ini kepada khalayak internasional sangatlah penting. (Fahma Ardiana)


